Jumat yang sepi
Duh di hari raya yang ke-3, aku harus masuk kantor. Padahal badan tidaklah begitu sehat. Pingin rasanya melanjutkan tidur. Tapi dipikir-pikir tidur mulu pun bisa tambah sakit. Dengan muka yang masih mengantuk dan masih berkunang-kunang, aku harus menusuri kamar mandi. Jam sudah menunjukkan jam 8. Kalau hari biasa aku seudah kebakaran jenggot. Setelah melihat ke cermin, ku lihat sudah banyak jenggot dan kumis yang tumbuh tidak beraturan. Ah daripada cepat ke kantor dan tidak ada orang disina, lebih baik kucukur dulu.
Setelah selesai cukuran dan mandi kulihat sudah jam 9 Hehehe Ini saatnya ke kantor. Dari kosan ke kantor cuma 15 menit. Sambil mendengarkan musik kulihat jalan di depan kosan ku sangat sepi. Tidak seperti biasanya dimana banyak mobil dan motor yang lalu lalang. Sampai-sampai harus berebutan. Melewati Perbanas, cuma beberapa orang yang mangkal disana. Biasanya banyak berondongs yang menyegarkan mata
Sampai di jalan Rasuna Said depan Plaza Kuningan, hanya beberapa mobil yang lalu lalang.
Hmmm, terbersit di kepalaku untuk kembali pulang. Tapi di hatiku yang paling dalam berkata “aku harus masuk dan belajar sesuatu”. Kalau tidak kapan aku menjadi seorang expert pikirku. Yap, hari ini aku ingin kembali belajar tentang dasar2 switch dan router Cisco.
Sesampainya di kantor, hanya baru 3 orang yang hadir. Kudatangi satu-satu sambil mengucapkan “Selamat hari raya idul fitri”. Kuhidupkan komputer yang sudah mulai tua, yang dulunya menemaniku saat-saat tugas akhir. You’re my best friend. Mulai kucheck dan reply email-email. Kulihat ada email-email menarik tentang blog teman-temanku. Kupikir ini saatnya untuk menuliskan apa yang ada di kepalaku dan bercerita tentang apa yang aku lihat, dengar, dan rasakan
Seperti saatnya aku mulai bekerja dan belajar
)
